Volkswagen (VW) menjadi perusahaan otomotif yang punya rencana paling ambisius dalam industri kendaraan listrik untuk menjadikannya sebagai kisah sukses dalam dekade selanjutnya.

Apakah ini berhasil atau tidak, tentunya sangat bergantung pada kemampuan VW untuk mengembangkannya.

Dengan platform electric vehicle (EV) serta produk yang sudah ada, produksi baterai menjadi fokus utama Volkswagen.

Minggu lalu, perusahaan asal Jerman ini mengumumkan pembentukan European Battery Union, sebuah perusahaan konsorsium yang bertujuan untuk mengumpulkan pengetahuan lebih luas tentang bagaimana memproduksi sel baterai.

Volkswagen akan memimpin konsorsium yang beranggotakan tujuh negara Uni Eropa yang menjadi mitra perusahaan manufaktur lithium-ion asal Swedia bernama Northvolt.

“Kolaborasi ini akan melakukan penelitian komprehensif sekitar produksi bahan baku, hingga teknologi sel dan proses produksi sel hingga proses daur ulang. Kegiatan penelitian juga akan fokus pada pengembangan dan rekayasa teknologi pabrik yang memungkinkan produksi sel baterai yang berkelanjutan, ramah iklim, dan kompetitif di Uni Eropa,” tulis Volkswagen seperti dilansir dari Autoevolution, Senin (25/3/2019).

Kendaraan Listrik
VW berencana untuk memproduksi baterai kendaraan listrik bersama tujuh negara Eropa (Autoevolution)

Sementara Northvolt sendiri merupakan perusahaan yang tahun lalu mengumumkan kemitraannya dengan BMW dan Belgia Umicore untuk mengembangkan rantai nilai yang lengkap dan berkelanjutan untuk sel baterai di Eropa.

Saat ini Northvolt sedang dalam proses mendirikan pabrik aki mobil terbesar di Eropa.

Belum diketahui apakah ada keterkaitan antara European Battery Union dengan European Battery Alliance yang diluncurkan Komisi Eropa pada 2017. Namun Northvolt bersama EIT InnoEnergy, European Investment Bank dan Saft merupakan bagian didalamnya. (Z)

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×