Memiliki mobil sudah sewajarnya melakukan servis rutin sebagai cara perawatannya. Nah, ada baiknya jika melakukan servis di bengkel resmi, karena dipastikan kualitas akan lebih terjamin.

Namun demikian, ternyata servis rutin di bengkel resmi justru tidak banyak dilakukan konsumen pemilik mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Setidaknya hal ini di akui PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku bagian keluarga dari Datsun Indonesia dengan produk LCGC, yakni Datsun Go dan Go+.

Bahkan menurut Presiden Direktur PT NMI, Isao Sekiguchi, banyak pemilik mobil LCGC tidak melakukan servis ke bengkel resmi walaupun masih dalam tenggang waktu garansi.

“Mereka mungkin memilik servis di luar bengkel resmi. Mungkin angkanya sama dengan merek lain khususnya LCGC. Kami ingin mengikis persepsi (servis di bengkel resmi) mahal,” ujar Sekiguchi.

Kata Sekiguchi, pemilik mobil dengan status garansi biasanya akan servis ke bengkel resmi sebanyak 80-90 persen. Namun, berbanding terbalik dengan pemilik LCGC dengan umur pemakaian satu tahun, justru hanya di bawah 90 persen.

Bahkan mobil yang berumur lebih dari setahun angka kembali ke bengkel resmi menurun hingga di bawah 70 persen.

Kenapa harus di bengkel resmi?
Sekiguchi menyarankan, pemilik mobil baiknya melakukan servis mobil di bengkel resmi, sebab ada kemungkinan jika di luar bengkel resmi suku cadang yang digunakan tidak asli. Alhasil resiko yang dapat terjadi adalah mobil bermasalah dalam jangka waktu tertentu.

Jika itu terjadi, Sekiguchi menyatakan, pengeluaran akan menjadi lebih besar jika menggunakan suku cadang tidak asli.

“Jadi rekomendasinya datang ke bengkel resmi untuk cek, biarkan teknisi yang cek supaya perjalanan lebih aman dan nyaman. Karena kondisi itu bikin mobil lebih awet,” ucapnya.

Selain itu, servis di bengkel resmi biasanya menggunakan alat-alat berkualitas tinggi, mudah menyampaikan keluhan, dan fasilitas yang diberikan cukup nyaman.

Progam Servis Nissan
Lain halnya untuk merek mobil Nissan. Ternyata masih ada yang menganggap jika servis di bengkel Nissan biaya yang di keluarkan malah.

Hal inilah yang ternyata sedang menjadi konsen PT NMI. Bahkan Sekiguchi mengatakan, melalui model All New Nissan Livina, NMI mengadakan program servis dengan biaya jasa dan suku cadang gratis setiap menempuh jarak 50.000 km atau empat tahun (mana yang tercapai lebih dulu).

Menurut Sekiguchi, cara ini mengadopsi sistem di Jepang, agar konsumen datang untuk melakukan servis rutin. Pasalnya, sebelum sistem ini diterapkan, konsumen yang kembali ke bengkel resmi jumlahnya kurang dari 70 persen.

“Itu tergolong rendah, setelah ada maintanance professional package di mana konsumen bisa bayar di awal (untuk servis), customer yang balik ke diler meningkat 95 persen. Ini dicoba diterapkan ke Indonesia. Harapannya konsumen tertarik kembali ke bengkel resmi. Karena jasa dan sparepart free sampai 50.000 km atau 4 tahun,” terang Sekiguchi. (Her)

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×