Awal kehadirannya di Indonesia Tata Motors masih berpikir bisa sukses mencuri perhatian konsumen dengan menghadirkan rangkaian produk kendaraan penumpang yang harganya bakal bersahabat sama ‘kantong’ konsumen.

Tata Storm, Tata Aria dan Tata Vista menjadi model kendaraan penumpang merek India yang pernah beberapa waktu eksis di industri otomotif segmen kendaraan penumpang Tanah Air.

Sayangnya, line up mobil-mobil penumpang Tata Motors ini ternyata belum mampu menggoyahkan hegemoni merek-merek Jepang, Korea dan Eropa di pasar nasional.

Tak mau lama terjebak dalam kondisi seperti itu, akhirnya PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) sebagai agen pemegang merek Tata Motors di Indonesia akhirnya mengubah haluan bisnisnya. Dari jualan mobil penumpang beralih ke mobil komersial.

Strategi ini ternyata cukup berhasil. Truk berbagai model dan jenis dari Tata Motors banyak diminati, khususnya pengusaha transportasi dan logistik. Merek ini pun akhirnya bertumbuh dengan sangat baik sampai sekarang.

Ini secara perlahan menumbuhkan kepercayaan konsumen sekaligus pengakuan atas kualitas produk buatan India.

Tentu ini jadi momen tepat bila TMDI mau ‘comeback’ menjual kendaraan penumpang yang mereka miliki. Tapi urung dilakukan karena beberapa alasan dan pertimbangan.

“Pasar otomotif di kendaraan penumpang itu keuntungannya kecil dan pasarnya tidak terlalu besar dibanding kendaraan komersial. Ini terjadi sekarang, kendaraan penumpang mengalami stagnan, sementara kendaraan komersial terus tumbuh,” ujar Biswadev Sengupta, Presiden Direktur TMDI mengungkapkan alasan ketidaktertarikan Tata Motors kembali menggarap segmen mobil penumpang, Rabu (15/5/2019) di Pondok Indah, Jakarta.

Menurutnya Indonesia saat ini jauh lebih membutuhkan kendaraan niaga dibanding kendaraan penumpang.

“Negara berkembang seperti Indonesia sedang gencarnya melaksanakan pembangunan, sangat bagus untuk kendaraan komersial seperti truk, kendaraan transportasi bus, dan tambang,” sambungnya.

“Jadi alasan kami belum lagi memikirkan kendaraan penumpang dan terus fokus ke commercial vehicle, karena kami ingin menjadi bagian untuk berkembang bersama negara ini,” jelasnya. 

Demikian juga dengan rencana untuk membangun pabrik perakitan, menurut Biswadev rencana tersebut ada, tapi masih rencana jangka panjang.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti bagaimana menyajikan kualitas pelayanan yang baik, kualitas suku cadang, hingga melayani konsumen lebih baik lagi,” pungkas Biswadev. (Z)

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×