Tips and Tricks

Tata Cara Penting Dalam Membeli Tanah

0 Komentar

Tanah adalah salah satu aset properti yang menarik untuk dimiliki. Selain cepat mengalami peningkatan nilai jual dalam jangka waktu beberapa tahun, biaya perawatan tanah pun relatif lebih murah dibandingkan dengan properti berbentuk bangunan.

Bagi kamu yang ingin berinvestasi tanah, ada baiknya perhatikan dengan seksama cara-cara yang aman dalam membeli tanah. Kamu tentunya tidak ingin tanah yang dibeli ternyata bermasalah bukan? Untuk itu jika kamu ingin pembelian tanahmu tidak bermasalah, perhatikan langkah-langkah penting berikut ini:

  1. Cek Kondisi Tanah

Sebaiknya cek terlebih dahulu tanah yang akan kamu beli, baik kontur maupun potensi tanahnya. Jika kondisi tanah tersebut termasuk tanah bergerak, maka sebaiknya kamu mencari tanah di lokasi lain. Hal ini karena tanah yang bergerak tidak akan baik jika didirikan bangunan di atasnya. Selain itu lihat juga lokasi tanahnya, apakah strategis atau tidak. Semakin strategis lokasinya, maka keuntungan yang kamu dapatkan akan semakin berlipat.

Sebagai contoh, tahun 2020 kemungkinan besar harganya akan naik menjadi sekitar 4 juta-8 juta rupiah per m². Selain itu, jika lokasi tanah berada di pinggir jalan, pastikan bahwa tanah tersebut tidak masuk di dalam rencana pelebaran jalan.

  1. Memeriksa surat-surat tanahnya

Sebelum kamu membeli tanah, pastikan bahwa surat-surat tanahnya lengkap dan sah, termasuk  surat kepemilikannya. Jika tanah tersebut sudah bersertifikat, periksalah apakah sertifikat tersebut sudah berpindah tangan atau belum. Caranya adalah dengan  meminta SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) di kantor kelurahan setempat. Usahakan membeli tanah yang memiliki sertifikat atas nama penjual tanah itu sendiri, agar lebih mudah prosesnya. Tetapi jika tanah tersebut belum bersertifikat dan masih berupa girik, ada baiknya kamu memeriksa keabsahan bukti kepemilikannya. Kamu bisa meminta bantuan kepada petugas kelurahan atau kecamatan setempat untuk memeriksanya. Selain itu lihat juga batasan-batasan tanah yang jelas, dengan cara meminta bantuan kepada PPAT ( Pejabat Pembuat Akta Tanah). Pemeriksaan surat-surat tanah ini wajib dilakukan agar kamu tidak mendapatkan masalah di kemudian hari.

  1. Pemeriksaan oleh PPAT

Untuk memastikan keabsahan sertifikat tanah yang akan dibeli, kamu bisa menggunakan jasa PPAT. PPAT akan memeriksa keaslian sertifikat tanah tersebut langsung ke BPN ( Badan Pertanahan Nasional). Tujuannya adalah untuk memastikan apakah sertifikat itu asli atau tidak, sedang dijaminkan atau tidak, atau mungkin sedang dalam sengketa. Jika ternyata diketahui sertikat tersebut bermasalah, maka PPAT akan menolak AJB ( Akta Jual Beli) tanah.

Tanah fin

  1. Membuat AJB oleh PPAT

Jika sertifikat tanah dinyatakan absah / tidak bermasalah, langkah selanjutnya adalah membuat AJB oleh PPAT. Untuk membuat Akta Jual Beli dibutuhkan syarat-syarat sebagai berikut :

  • Surat pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) selama 5 tahun terakhir
  • Sertifikat tanah untuk pengecekan tanah ke badan pertanahan dan untuk keperluan balik nama
  • Surat izin mendirikan bangunan
  • Jika masih dibebani hak tanggungan atau hipotik, harus ada surat roya dari bank bersangkutan
  1. Balik nama sertifikat tanah

Setelah PPAT selesai membuat AJB, maka PPAT kemudian akan menyerahkan berkas AJB tersebut ke BPN, untuk mengurus balik nama sertifikat tanah yang dibeli. Peyerahan berkas untuk balik nama dilakukan selambat-lambatnya 7 hari setelah penandatanganan AJB. Hal ini bertujuan agar segera lebih cepat diproses. Dua minggu setelah penandatanganan tersebut , biasanya kamu akan segera mendapatkan sertifikat baru atas nama kamu sebagai pembeli. Beberapa syarat / berkas yang diserahkan untuk balik nama sertifikat adalah sebagai berikut :

  • Surat permohonan balik nama dengan ditandatangani oleh pembeli
  • Akta jual beli, sertifikat
  • KTP pembeli dan penjual
  • Bukti pelunasan pembayaran PPh
  • Bukti pelunasan pembayaran BPHTB
  1. Mengurus pajak

Setelah semua prosedur di atas selesai, maka hal yang dilakukan selanjutnya adalah mengurus pembayaran pajak. Pembayaran pajak ini bisa kamu bayarkan melalui PPAT atau dibayarkan sendiri ke BPN. Untuk BPHTB, yang semula dibayarkan ke kas negara, sekarang harus dibayarkan ke kas masing-masing pemerintah daerah melalui Dipenda (Dinas Pendapatan Daerah).

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×