Pagi itu, Selasa (23 Mei 2017), udara di Pasir Berbisik terasa sangat dingin. Pantas saja, karena suhu di termometer menunjukkan angka 0 derajat Celcius. “Ini suhu paling dingin dari seluruh tim,” ujar seorang anggota panitia yang mengawal lima grup dalam rangkaian acara BMW Destination X tahun 2017 ini. Beberapa anggota regu saya mengaku salah kostum karena memakai celana berbahan denim yang lebih dingin ketimbang celana berbahan kain. Di pagi yang menggigil itulah, kegiatan inti BMW Destination X dimulai.

Para peserta dari grup kami dipersilakan untuk menjajal mobil-mobil SAV (sport activity vehicle), yakni BMW X3, BMW X4, BMW X5 dan BMW X6. Secara bergantian, 12 orang dari grup ini mengemudikan mobil-mobil berpenggerak 4 roda (four wheel drive) ini melalui tantangan-tantangan yang diberikan di atas medan berpasir Gunung Bromo tersebut.

BMW9

Kedua belas peserta yang turun gunung hari ini adalah regu terakhir dari total lima regu yang berpartisipasi dalam rangkaian acara BMW Destination X tahun 2017. Mereka terdiri dari pengguna BMW, distributor BMW dan partner BMW. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti dokter spesialis kandungan, pengusaha ekspedisi dan lain-lain.

Mengenai jumlah peserta yang sedikit ini, Event and Exhibition Manager BMW Indonesia, Waristi Amila, menjelaskan alasannya. “Setiap tahun kami cuma mengajak lima grup, dengan 12-14 peserta tiap grupnya agar semua peserta bisa merasakan pengalaman mengemudikan mobil BMW secara lengkap. Selain itu, kami juga ingin menjaga kualitas acara ini dan agar eksklusivitasnya juga terjaga,” tutur Waristi ketika berbincang dengan OLX.

Tantangan pertama yang harus dilakukan para peserta adalah mengemudikan mobil-mobil BMW X Series mengitari sebuah sirkuit mini berpermukaan pasir dengan jarak sekitar 2 KM tiap putarannya. Lintasan pasir memiliki karakter sangat labil sehingga membuat roda mobil kehilangan pijakan dan traksi. Di sini, fitur X Drive yang dimiliki mobil-mobil X Series akan berperan penting. Secara sederhana, X Drive adalah kemampuan mobil X Series untuk menyalurkan torsi hanya di roda yang masih memiliki traksi; bahkan bila cuma satu roda saja yang masih mencengkeram permukaan.

BMW5

Bergantian, para peserta mengemudikan BMW X3, X4, X5 dan X6. Masing-masing mobil punya karakter sendiri-sendiri dalam melahap lintasan berpasir yang gembur. Meski kecepatan mobil dibatasi maksimal 50 km/jam, itu sudah mencukupi untuk mengeluarkan karakter mobil tersebut. Ketika mengemudikan X3, misalnya, mobil terasa sangat mudah berakselerasi dan sangat lincah ketika melibas tikungan karena ukuran mobil yang relatif kompak. Sementara ketika mengemudikan X6, sangat terasa mobil pelan dalam berakselerasi, namun sangat stabil ketika menikung.

Bagian kedua, para peserta diminta mengemudikan mobil BMW melewati sejumlah rintangan. Yang paling awal adalah rintangan berupa gundukan yang membuat keempat roda mobil berada dalam ketinggian yang berbeda dan cuma satu yang menjejak permukaan. Saat mengendalikannya, dengan kondisi hanya satu roda yang mendapat traksi, komputer di mobil akan menyalurkan tenaga mobil hanya ke roda tersebut sehingga mobil bisa tetap bergerak. Berikutnya, kedua roda kanan mobil harus menaiki gundukan yang membuat mobil miring 15 derajak ke kiri dan kedua ban kanan memiliki pijakan yang sangat kecil ke permukaan. Lagi-lagi, fitur X Drive membuat rintangan tersebut bisa dilewati dengan mudah. Terakhir, peserta diminta melibas permukaan yang tidak rata dengan kecepatan lumayan tinggi untuk membuktikan bahwa suspensi mobil-mobil BMW tersebut membuat kabin mobil tetap nyaman walau permukaan jalan tidak rata.

BMW4

Di sesi terakhir, para peserta tidak lagi mengemudikan mobil sendiri. Mereka dibawa oleh Gerry Nasution, BMW Certified Driver Instructor, untuk menunjukkan bahwa mobil-mobil SAV tersebut bisa melintasi medan yang membuat mobil miring 30 derajat tanpa terguling dan menunjukkan keseimbangan berat mobil di atas jungkat jungkit. Sebagai penutup, Gerry secara bergantian membawa para peserta berkeliling area Pasir Berbisik dengan menunggangi BMW X5 dengan kecepatan tinggi. Berbagai kontur, mulai dari yang bergelombang, celah sempit di medan yang aslinya adalah sungai kering, hingga berbelok secara ekstrem, dilibas dengan mulus. Rasanya sangat menegangkan sekaligus menyenangkan merasakan mobil melaju di permukaan berpasir bak sedang berlomba di Reli Dakar.

“Gunung Bromo cukup cocok untuk karakter BMW X Series, yakni mobil perkotaan dengan kemampuan off-road,” ujar Anindyanto Dwikumoro, Product Support Project Leader dari BMW Indonesia kepada OLX.

BMW2

“Fitur X Drive adalah sistem yang sangat cerdas. Jadi, X Drive bisa mendeteksi bila ada 3 ban yang tidak menapak tanah. Dalam kondisi tersebut, mobil akan mendeteksi dan memindahkan 100% traksi ke roda yang masih menapak. Termasuk dengan permukaan ban yang menapak cukup minimal, tidak menjadi masalah untuk X Drive,” urai Anindyanto.

Sesi menguji mobil memang menjadi aktivitas inti dari BMW Destination X, namun sebenarnya hari itu diawali dengan aktivitas melihat matahari terbit dari Seruni Point yang berada di ketinggian 2.310 meter di atas permukaan laut. Rombongan berangkat dari penginapan yang berjarak sekitar 3 km sejak pukul 04.00 WIB. Di bawah naungan suhu kurang lebih 5 derajat Celcius, rombongan diajak menyaksikan pemandangan menakjubkan ketika sang surya muncul di ufuk timur. Secara perlahan, sinar mentari menyibak keindahan alam Gunung Bromo yang menakjubkan.

BMW7

BMW6

Tak hanya menikmati keindahan Bromo, selesai acara pengujian mobil, para peserta diminta untuk memberi kembali untuk gunung yang menjadi lokasi sakral untuk suku Tengger tersebut. Para peserta membantu pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuat patok-patok untuk membatasi pergerakan kendaraan bermotor agar tidak mengubah wajah asli Gunung Bromo.

BMW3BMW8

Mengenai pemilihan Bromo sebagai lokasi, pihak BMW Indonesia menyatakan bahwa lokasi tersebut dipilih tidak hanya karena paling sesuai dengan karakter mobil-mobil X Series, tetapi juga karena memiliki kelengkapan infrastruktur dan dukungan lingkungan sekitar yang berperan penting dalam penyelenggaraan acara yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 tersebut. “Kami tidak menutup kemungkinan memilih lokasi lain di Indonesia yang juga cocok dengan karakter BMW X Series. Tapi saat ini kami ingin terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan di Bromo ini agar makin memuaskan para peserta,” tutur Waristi Amila kembali.

BMW1

Para peserta di grup kelima mengaku sangat puas dengan pengalaman mereka mengemudikan mobil BMW X Series, tidak hanya ketika di kawasan Gunung Bromo, tetapi juga melalui jalan darat dari Surabaya ke Pasuruan, Probolinggo dan Bromo pulang pergi. Seperti pengakuan Ahmad Fuad Fauzan, peserta dari Jakarta yang mengikuti event ini setelah membeli mobil BMW Premium Selection yang ditawarkan dealer-dealer resmi BMW Indonesia melalui OLX.

“Awalnya kami melihat-lihat mobil (BMW Premium Selection di OLX, baru kemudian kami ke dealer. Setelah kami membeli mobil, kemudian diberi tahu tentang adanya event BMW Destination X ini. Kami langsung daftar. Jadilah kami sekarang di sini,” tutur Ahmad.

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×