Mungkin OLXer bertanya-tanya dengan judul diatas, kampanye digital seperti apa yang dilakukan oleh Nissan sehingga dianggap black campaign?

Jadi sebelumnya sempat kejadian nih, saat OLXer ketik keyword merek mobil Honda di mesin pencari google, maka yang nongol di halaman pertama paling atas bukannya website resmi Honda, tapi justru laman resmi Nissan Indonesia, yakni www.nissan.co.id/

Pastinya ini bikin tanda tanya besar. Mau cari mobil Honda, kok yang nongol malah Nissan?

Tapi yang parah sih kata-kata pengantarnya yang menurut OLX penuh provokasi. “Yakin mau beli Honda?|Coba test dulu All-New Serena | nissan.co.id” tulisan yang ada di halaman pertama baris paling atas halaman google saat menggunakan keyword “Honda Accord”.

Nggak cuma di kata kunci “Honda” saja nih OLXer. Pencarian dengan keyword merek lain seperti Toyota Avanza dan Wuling, kejadiannya juga sama.

OLX Indonesia mencoba menggali info lebih jauh terkait kampanye digital ‘gaya baru’ ini langsung kepada pihak PT Nissan Motor Indonesia (NMI) dengan mengirimkan beberapa foto screenshoot bukti kampanye digital Nissan di google ke Head of Communication PT NMI, Hana Maharani.

Sayangnya OLX Indonesia cuma dapat jawaban yang ‘nge-gantung’ lewat balasan whatsapp, “Nanti coba saya tanyakan ke bagian marketing dulu yaaa,” tulis Hana, Kamis (9/5/2019).

Tapi memang keanehan itu hanya berlangsung sesaat, karena setelah ramai jadi bahan omongan, mesin pencari google akhirnya kembali normal.

Toyota : “Kami Nggak Akan Melakukan Hal Seperti Itu!”

Salah satu merek mobil yang jadi sasaran tembak Nissan untuk kampanye digital terbarunya ini adalah Toyota.

Saat browser di google dengan kata kunci pencarian “Toyota Avanza” langsung nongol di baris pertama halaman pertama google adalah tulisan “Masih Zaman Pakai Avanza? | Coba test dulu All-new Serena |nissan.co.id

OLX pun meminta tanggapan dari langsung dari Fransiskus Suryopranoto, selaku Executive General Manager TAM di acara Buka Puasa Toyota Indonesia yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

“Tanggapan saya begini. Yang pertama, itu adalah permainan teknologi dan sifatnya cuma daily, taktik dari sebuah merek. Masing-masing merek kan punya taktik dan strategi sendiri,” jelas Suryo.

“Lalu yang kedua, kita nggak anggap black campaign juga, karena jujur memang kita gak notice (nggak perhatiin). Kita juga baru tahu ada seperti ini aja dari teman-teman media,” tambahnya.

Tapi bagi Suryo pribadi, soal strategi digital marketing dari Nissan ini tidak ada masalah, dan dianggap lumrah serta menjadi part-of dari sebuah strategi merek atau produk.

“Apakah nanti dinilai orang sebagai hal yang negatif strategy itu kan publik yang melihat dan menilai. Toyota nggak akan melakukan strategi seperti itu. Buat kita itu adalah cara baru yang nggak pernah kita temukan sebelumnya, yang jelas Toyota nggak bakal melakukan hal seperti itu,” tegas Suryo menutup omongan. (Z)

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×