News from OLX

Jangan Asal Ganti Lampu Utama, Bisa Dipenjara

0 Komentar

Modifikasi memang syah-syah saja, asal tau aturan yang berlaku ya OLXer. Sebab aturan dibuat bukan sekadar harus dipatuhi, tetapi dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan dan tentunya menyangkut soal keamanan serta keselamatan.

Nah, salah satu yang tak boleh dilakukan modifikasi atau perubahan yaitu pada bagian lampu utama. Fungsi lampu utama sangat vital, karena mampu memberikan penerangan ke arah depan ketika mobil melaju.

Lampu utama ada baiknya masih standar dan tak perlu dilakukan modifikasi atau penggatian dengan model lampu lainnya.

Sebab seperti dilansir Instagram Kementerian Perhubungan @Kemenhub151, apabila lampu utama kendaraan bermotor diganti dengan lampu LED atau lampu kristal, maka dapat mengganggu penglihatan pengguna jalan dari arah yang berlawanan, karena lampu tersebut menambah jarak pancar.

Ya, penggunaan lampu LED biasanya dapat membuat pengendara dari arah berlawanan merasa terganggu karena mengalami silau.

Pada dasarnya, lampu standar pabrikan sudah mengikuti aturan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 pasal 23 dan pasal 24 ayat 2.

Untuk pasal 23, bunyi pasal tersebut setidaknya lampu dan alat pemantul cahaya sebagaimana dimaksud, meliputi:

a. Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda.

b. Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda.

c. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip.

d. Lampu rem berwarna merah.

e. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda.

f. Lampu posisi belakang berwarna merah.

g. Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda, kecuali untuk kepeda motor.

h. Lampu penerangan tanda nomor kendaraan bermotor di bagian belakang berwarna putih.

i. Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip.

j. Lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor, berwarna putih atau kuning muda, untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 mm untuk bagian depan, dan berwarna merah untuk bagian belakang.

k. Alat pemantul cahaya berwarna merah, yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang kendaraan Bermotor.

Sementara itu, untuk pasal 24 ayat 2 berbunyi;

“Lampu utama dekat dan jauh berwarna putih atau kuning muda. Lampu utama dapat memancarkan 40 meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 meter ke arah depan untuk lampu utama jauh”.

Tentu saja melanggar aturan soal lampu ini akan dikenakan dalam pasal 48 ayat 1 dan 3 huruf g Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yaitu:

“Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan”.

Sementara jika terkena razia atau tertangkap polisi yang berpatroli, pelanggaran bisa dikenakan pasal 285 ayat 1 untuk sepeda motor dengan sanksi pidana paling lama satu bulan atau denda Rp 250 ribu dan ayat 2 untuk kendaraan roda empat atau lebih berupa pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda Rp 500 ribu.

Nah, jika OLXer masih mengganti Lampu utama kendaraan bermotor maka akan sangat egois. (Her)

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×