News from OLX

Jangan Asal Belok Kiri, Kalau Tau Mau Didenda

0 Komentar

OLXer yang berpergian dengan kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor, tak boleh langsung belok kiri ketika dipersimpangan jalan. Terlebih saat lampu lalu lintas berwarna merah.

Setidaknya, aturan tidak boleh belok kiri langsung udah tercatat dalam Undang-Undang Nomo 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 112 ayat 3 yang berbunyi:

Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL), Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas”.

Jika sudah tau soal aturan ini, ada baiknya jangan mengulangi hal tersebut ya. Kecuali, adanya APILL, seperti terdapat papan bertuliskan belok kiri langsung, atau lampu kuning menyala dengan logo arah kiri pada lampu lalu lintas.

Larangan belok kiri langsung ini diterapkan bukan tanpa sebab. Pasalnya, jika belok kiri langsung diperbolehkan, bukan tak mungkin muncul resiko kecelakaan lalu lintas.

Dalam hal ini, tentu saja pengguna jalan lain seperti pejalan kaki sangat dirugikan, karena sulit menyebrang lantaran banyaknya mobil atau sepeda motor yang terus melaju.

Apabila OLXer melanggar, tentu saja polisi yang bertugas bisa melakukan tindakan berupa denda maksimal Rp 500 ribu atau pidana kurungan paling lama dua bulan sesuai Pasal 287 ayat 1.

Awal mula regulasi belok kiri langsung

Belok kiri langsung memang buat sebagian orang jadi hal bisa, walaupun mereka tahu itu salah.

Namun usut punya usut, ternyata kebiasaan ini memang sudah ada sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 pasal 59 ayat tiga, yang berbunyi:

“Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri”.

Namun aturan tersebut akhirnya direvisi dengan munculnya UU Nomor 22 Tahun 2019 tengang (LLAJ) pasal 112 ayat 3.

Ya, salah satu munculnya revisi ini tak lain karena jumlah kendaraan pada awal 90-an, belum membludak seperti saat ini. Kala itu, pejalan kaki bisa saja menyebrang diperempatan jalan, karena lalu lalang mobil tak banyak.

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×