Buat kamu yang sering baca-baca berita teknologi, pasti tahu banget selain kemajuan teknologi dalam gadget, industri otomotif juga mengalami kemajuan yang cukup bisa dibanggakan. Gimana nggak, jika selama ini mobil identik dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi), akhir-akhir ini mulai bermunculan mobil berbahan bakar listrik.

Kemajuan teknologi ini bisa dibilang sangat pesat. Di negara maju seperti Amerika Serikat, kamu sudah bisa membeli mobil listrik dan mengendarainya dengan sah. Lalu bagaimana dengan Indonesia, terlebih kota besar seperti Jakarta? Sayangnya, buat kamu yang pengin buru-buru ganti mobil listrik harus bersabar sedikit. Alasannya?

Mobil listrik 1 ok

Jalanan Macet Bikin Boros
Jakarta terkenal dengan jalanannya yang nggak pernah terbebas dari yang namanya macet. Saking penduduknya sudah terbiasa dengan kemacetan, nggak heran melihat mereka harus berangkat dari rumah menuju kantor di sebelum jam 6 pagi. Kemacetan Jakarta pun sering nggak bisa diduga dan terjadi tanpa pola. Kebayang nggak kamu kalau lagi mengendarai mobil listrik, lalu terpaksa terjebak kemacetan Mampang Prapatan selama dua jam?

Tentunya kemacetan parah ini bakal bikin konsumsi bahan bakar mobil kamu jadi lebih boros. Ya memang sih, bahan bakar jenis listrik kan bisa didaur ulang. Tapi coba baca poin berikutnya..

Infrastruktur Belum Memadai
Salah satu kunci utama dari mobil listrik adalah tersedianya tempat pengisian listrik untuk mobil. Melihat infrastruktur listrik Jakarta yang masih jauh dari kata mencukupi, rasanya cukup sulit berharap jika dalam waktu dekat hal ini bisa berubah. Selain memerlukan lahan yang cukup luas untuk mengisi listrik dalam waktu cukup lama, daya listrik yang dialirkan juga harus stabil.

Bayangin kalau mobil kamu tiba-tiba kehabisan bahan bakar setelah macet-macetan di daerah Kasablanka, sedangkan tempat pengisian daya listrik terdekat hanya terletak di daerah Blok M. Repot, kan?

Persyaratan Ribet Untuk Mobil Listrik
Entah kenapa, salah satu penghambat utama segala bentuk inovasi di negara ini justru peraturan pemerintah yang kurang bisa beradaptasi pada terobosan baru. Jangankan mobil listrik yang penggunaannya masih dipertanyakan, mobil hybrid yang selain bergantung pada bahan bakar minyak bumi juga menggunakan listrik dalam bentuk baterai juga memiliki izin yang cukup mahal.

Mobil jenis hybrid dimasukkan ke dalam kategori barang mewah, sehingga memiliki pajak yang jauh lebih mahal dari mobil-mobil biasa. Padahal, dari sisi lingkungan, mobil jenis ini jauh lebih ramah lingkungan.

  • Merry Gabriella

    Perlu waktu dan usaha ekstra supaya mobil listrik yang ramah lingkungan bisa berfungsi tanpa hambatan di Jakarta

Subscribe to OLX BLOG

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru di OLX Blog

×